Pringsewu — Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan kegiatan penyuluhan juru sembelih halal sebagai salah satu langkah strategis dalam mendukung penguatan sektor peternakan melalui pendekatan edukasi, aksi, dan sinergi menuju ketahanan pangan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 03 Januari 2026, bertempat di Pekon Purwodadi, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, dan dihadiri oleh aparat pekon, pelaku peternakan, serta tamu undangan.
Kegiatan penyuluhan ini dibuka dan disambut langsung oleh Kepala Pekon Purwodadi, Bapak Parjan. Dalam sambutannya, Bapak Parjan menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Negeri Lampung atas kontribusi nyata dalam memberikan edukasi kepada masyarakat desa, khususnya terkait penyembelihan hewan yang halal dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Menurutnya, keberadaan juru sembelih halal yang kompeten sangat penting untuk menjamin kehalalan produk pangan asal hewan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Bapak Parjan juga menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini sejalan dengan upaya pekon dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang peternakan. Ia berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat Pekon Purwodadi dapat menerapkan praktik penyembelihan yang benar, higienis, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Sebagai pemateri dalam kegiatan ini, Taufik Rochman, S.Pt, menyampaikan materi terkait tata cara penyembelihan hewan yang halal, persyaratan juru sembelih halal, prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), serta aspek kebersihan dan sanitasi dalam proses penyembelihan. Materi disampaikan secara sistematis dan aplikatif, sehingga mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh peserta di lapangan.
Penyuluhan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek edukasi, tetapi juga mendorong aksi nyata melalui peningkatan keterampilan dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan standar penyembelihan halal. Dengan meningkatnya kompetensi juru sembelih halal di tingkat pekon, diharapkan kualitas dan keamanan produk daging lokal semakin terjamin, sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan.
Kehadiran tamu undangan dari berbagai unsur, termasuk tokoh masyarakat dan pelaku usaha peternakan, menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah pekon, dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat sistem peternakan yang berkelanjutan serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Pringsewu.
Melalui kegiatan penyuluhan juru sembelih halal ini, Politeknik Negeri Lampung menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang aktif berperan dalam pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun peternakan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan daerah.Pringsewu — Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan kegiatan penyuluhan juru sembelih halal sebagai salah satu langkah strategis dalam mendukung penguatan sektor peternakan melalui pendekatan edukasi, aksi, dan sinergi menuju ketahanan pangan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 03 Januari 2026, bertempat di Pekon Purwodadi, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, dan dihadiri oleh aparat pekon, pelaku peternakan, serta tamu undangan.
Kegiatan penyuluhan ini dibuka dan disambut langsung oleh Kepala Pekon Purwodadi, Bapak Parjan. Dalam sambutannya, Bapak Parjan menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Negeri Lampung atas kontribusi nyata dalam memberikan edukasi kepada masyarakat desa, khususnya terkait penyembelihan hewan yang halal dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Menurutnya, keberadaan juru sembelih halal yang kompeten sangat penting untuk menjamin kehalalan produk pangan asal hewan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Bapak Parjan juga menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini sejalan dengan upaya pekon dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang peternakan. Ia berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat Pekon Purwodadi dapat menerapkan praktik penyembelihan yang benar, higienis, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Sebagai pemateri dalam kegiatan ini, Taufik Rochman, S.Pt, menyampaikan materi terkait tata cara penyembelihan hewan yang halal, persyaratan juru sembelih halal, prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), serta aspek kebersihan dan sanitasi dalam proses penyembelihan. Materi disampaikan secara sistematis dan aplikatif, sehingga mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh peserta di lapangan.
Penyuluhan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek edukasi, tetapi juga mendorong aksi nyata melalui peningkatan keterampilan dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan standar penyembelihan halal. Dengan meningkatnya kompetensi juru sembelih halal di tingkat pekon, diharapkan kualitas dan keamanan produk daging lokal semakin terjamin, sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan.
Kehadiran tamu undangan dari berbagai unsur, termasuk tokoh masyarakat dan pelaku usaha peternakan, menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah pekon, dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat sistem peternakan yang berkelanjutan serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Pringsewu.
Melalui kegiatan penyuluhan juru sembelih halal ini, Politeknik Negeri Lampung menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang aktif berperan dalam pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun peternakan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan daerah.